Edukasi

Karakter yang Tertanam Tidak Sengaja

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Karakter seorang anak bisa terbentuk dengan berbagai faktor pendukungnya. Mulai dari lingkungan di rumah, di sekolah dan di masyarakat.

Hanya melalui pembiasaan yang di sengaja ataupun yang tidak disengaja bisa membuat pembiasaan itu menjadi karakter.

Oleh karena itu, kadang bisa kita temukan di satu masyarakat dimana terdapat karakter yang begitu khas menempel pada kumpulan masyarakat tersebut terlepas dari faktor etnis ataupun genetik.

Di sekolah, anak terbiasa melakukan aktivitas dan melihat aktivitas pembiasaan yang bisa menjadikan karakter yang tumbuh dan berkembang di suatau saat nanti.

Guru kelas ataupun wali kelas terkadang menjadi cerminan dari karakter dari anak didik yang ada di kelasnya. Guru A dengan karakter rajin, disiplin dan tegas, terkadang terlihat muncul di kelas Guru A. Meskipun siswa tersebut terdiri dari berbagai latar dan kebudayaan yang mungkin sudah tertanam di benak karena engaruh keluarga dan masyarakat sekitar siswa tersebut.

Tidak semua guru atau wali kelas menyadari bahwa tindak tanduk mereka sangat diperhatikan oleh muridnya. Baik itu kebiasaan yang baik maupun yang kurang baik. Kebiasaan yang terlihat langsung ataupun yang tidak langsung. Akan berdampak cukup berbahaya jika wali kelas tidak menyadari beberapa kebiasaannya yang kurang baik ternyata menjadi tontonan murid, dan akhirnya mereka secara tidak langsung “membenarkan”, lalu “meniru” dan akhirnya menjadi “karakter” yang muncul secara langsung ataupun tidak langsung.

Oleh karena itu, wali kelas ataupun guru kelas bahkan sampai dengan guru bidang studi seyogyanya tetap menjaga kebiasaan, budaya, serta karakter yang baik. Baik saat tampil di depan kelas ataupun berinteraksi dengan siswa di sekolah. Dengan demikian, karakter yang kurang baik bisa diminimalisir bahkan bisa dihindari agar tidak sampai “menular” ke anak-anak. Sebaliknya, kebiasaan, budaya serta aktivitas yang baik bisa “menular” ke anak-anak.

Pastikan karakter baik yang anda tularkan ke anak-anak, bukan sebaliknya. Sadar ataupun tidak sadar kita bisa “menularkan” kebiasaan yang kurang baik kita ke anak-anak.

 

Sumber : http://blog.kpi-indonesia.org

Selayang Pandang

SMP Negeri 2 Sindang Kabupaten Indramayu, berdiri pada tahun 1961. Gedung yang ditempati sekarang di Jalan Murahnara No. 05 Sindang Kabupaten Indramayu.

Seiring perjalanan, SMP Negeri 2 Sindang Kabupaten Indramayu mulai menjadi sekolah rintisan, potensial, kemudian meningkat menjadi Sekolah Standar Nasional. ... Readmore

©2018 SMP Negeri 2 Sindang Indramayu | Sekolah Adiwiyata. Seluruh Konten Dilindungi.

Search